AMAL YANG BERBUAH CINTA ALLAH SWT.

Orang yang paling bahagia adalah orang yang menjadi kekasih Allah. Seorang hamba yang menjadi kekasih Allah pasti akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Amal saleh merupakan fondasi utama yang akan mengantarkan kita menjadi kekasih-Nya.

Lalu bagaimana caranya agar ibadah yang kita lakukan bisa mengantarkan pada cinta Allah SWT? Paling tidak ada lima kiat yang harus kita lakukan.

Pertama, lakukan ibadah dengan penuh cinta. Cinta manusia kepada Allah adalah puncak cinta manusia yang paling bening dan jernih. Cinta sebagai media untuk mengikat atau menghubungkan hamba dengan Allah. Adanya kerinduan ingin bertemu dengan Allah bukan hanya dengan berkomunikasi dalam bentuk salat, doa, zikir dan membaca Al Quran tetapi diwujudkan juga dalam sikap istiqamah atau konsisten dalam berpegang teguh pada ajaran Islam.

Rasulullah SAW mengingatkan: “Seorang hamba tidak disebut beriman kecuali bila aku lebih dia cintai daripada anaknya, orang tuanya dan manusia seluruhnya.” (HR Bukhari).

Kedua, lakukan amal saleh secara maksimal sesuai dengan kemampuan. Seorang pengusaha tidak mungkin sukses tanpa mengalami rintangan. Seorang pelajar tidak mungkin menjadi ilmuwan tanpa melalui tahap pendidikan dan ujian. Begitu pula dengan surga. Seorang hamba yang berniat ingin meraih kenikmatan surga, tentu saja harus melewati tahapan ujian dari Allah.

Ketiga, mujahadah, yakni bersungguh-sungguh melakukan amal saleh sehingga setan tidak memiliki peluang untuk menggelincirkan manusia ke dalam kesesatan. Allah SWT akan memberikan petunjuk ke jalan yang diridoi-Nya kepada orang yang ibadahnya disertai mujahadah.

Sifat mujahadah ini tampak jelas pada Rasulullah SAW yang selalu melakukan salat malam hingga kedua tumitnya bengkak. Ketika itu, Aisyah RA bertanya: “Mengapa engkau lakukan hal ini (salat malam), bukankah Allah SWT sudah mengampuni dosamu yang sudah lalu dan yang akan datang?” Rasulullah SAW bersabda: “Bukankah sepantasnya aku menjadi seorang hamba yang bersyukur?” (HR Bukhari dan Muslim).

Keempat, sabar ketika beramal. Ibadah apa pun, salat, puasa, zakat, haji, salat malam maupun ibadah lainnya, hendaknya dilaksanakan dengan sabar.

Kelima, berjamaah dalam melakukan amal saleh. Sebuah peribahasa menyebutkan: “Seekor harimau tidak akan pernah menerkam kambing yang sedang berkelompok.” Peribahasa itu menunjukkan, musuh takut akan perlawanan yang dilakukan secara berkelompok. Begitu juga setan. Ia akan kesulitan menggelincirkan manusia dalam kesesatan jika ibadah selalu dikerjakan secara berjamaah. Apalagi, ibadahnya disertai dengan keikhlasan yang murni karena Allah SWT.

“Tidaklah tiga orang penghuni desa atau penghuni pegunungan yang tidak mendirikan salat berjamaah kecuali mereka telah dikuasai oleh setan. Karena itu, hendaknya kamu melakukan salat dengan berjamaah karena harimau hanya mau menangkap kambing yang sedang sendirian.” (HR Abu Daud dan Nasa’i).

Semoga Allah SWT memberi kekuatan kepada kita untuk meraihnya. Amin.

Sumber: Ustad Aam Amirudin/Republika

Alami Hamil Ganda

Alami Hamil Ganda, Julia Beresiko Kehilangan Bayinya (2)

Hasil USG menunjukkan ada dua janin yang terpisah dalam rahim Julia Grovenburg.

Alami Hamil Ganda, Julia Beresiko Kehilangan Bayinya

Monday, 05 Juli 2011

REPUBLIKA.CO.ID,ARKANSAS – Julia Grovenburg dan suaminya, Todd, harus menunggu tiga tahun untuk bisa memiliki bayi. Tapi, ketika Julia akhirnya hamil, mereka sungguh terkejut. Julia hamil lagi setelah dua setengah pekan sebelumnya sudah lebih dulu hamil.

Lebih buruk lagi, perbedaan usia bayi membuat Julia terancam kehilangan salah satunya atau bahkan kedua bayinya. “Sepanjang 30 tahun pengalaman kariernya, dokter kami belum pernah melihat kejadian ini,’’ kata Julia. ‘’Kondisi saya yang baru pertama kali menjadi seorang ibu itu membuat saya semakin merasa tidak nyaman.’’

Julia dan Todd mulai bersiap-siap menerima kemungkinan terbuburk. Mereka sudah pasrah jika akhirnya memiliki anak cacat.

“Setelah pulang dari  dokter, aku benar-benar hancur. Aku tidak tahu apakah ‘dua bayi, bukan kembar’ itu berarti bayiku terbelah dua. Apakah bayiku akan kehilangan anggota badannya? Apakah beberapa jenis penyakitku membuat aku hamil dua kali,’’ kata Julia. ‘’Tidak ada yang bisa menjawab pertanyaanku. Aku bahkan tidak tahu harus bertanya apa. Tidak ada jenis kehamilan seperti ini sebelumnya.’’

Superfetation
Saat dalam kondisi tak berdaya, Julia mengaku sempat menyesal dirinya hamil. Dia berharap tidak hamil jika kondisinya seperti tersebut.

Namun demikian, Julia dan Todd tidak ingin menyerah begitu saja. Dia berselancar di internet untuk mencari segala informasi terkait kondisi ‘dua bayi, bukan kembar’.  Julia akhirnya menemukan istilah ‘superfetation’.

Istilah ‘superfetation’ mengacu pada kondisi di mana dua bayi dikandung pada waktu yang berbeda. Kedua bayi tersebut memiliki periode kehamilan berbeda, namun mereka lahir pada hari yang sama. Dokternya belum pernah mendengar istilah tersebut sebelumnya.

“Jadi, ketika aku menceritakan superfetation, dia (dokter –red) menatapku seperti aku sudah gila,’’ cerita Julia. “Saya akhirnya dipindahkan ke rumah sakit khusus anak-anak di Little Rock. Meskipun tim dokter belum pernah melahirkan bayi superfetation, mereka setidaknya mempelajari kelangkaan itu dalam jurnal medis.”

Terancam Kehilangan
Perhitungan tanggal kelahiran bayi kemungkinan berselang tiga pekan. Bayi pertama Julia diperkirakan akan lahir pada 24 Desember 2009. Bayi kedua menyusul pada 14 Januari tahun berikutnya.

Tetapi, dokter masih tidak yakin apakah Julia akan melahirkan salah satu atau kedua bayinya pada waktu tertentu. Ada kemungkinan salah satu bayi lahir tak selamat. Ancaman lahir cacat juga sempat muncul.

Tapi, Julia akhirnya melahirkan caesar dengan kondisi kedua bayinya sehat. Jillian dan Hudson, nama kedua bayi tersebut, lahir lebih cepat dari perkiraan semula yakni 2 Desember.

‘’Saya tadinya tidak terburu-buru untuk melahirkan. Tapi, Jillian berkembang begitu cepat sehingga dokter kami berpikir akan lebih baik untuk menyelamatkan kedua bayi,” jelas Julia. ’’Hudson pertumbuhannya kalah cepat dari Jillian. Kami tidak ingin menempatkan Hudson dalam bahaya dengan melahirkan secara normal.’’

Meskipun kedua bayi berbagi ulang tahun yang sama dan lahir hanya berselang beberapa detik, mereka akan selalu dianggap memiliki usia yang berbeda. Mereka pun bukan anak kembar.

Redaktur: Didi Purwadi
Sumber: http://www.mirror.co.uk

Mengatasi Masalah Rambut Rontok Pada Bayi

Masalah rambut rontok sepertinya bukan masalah orang dewasa saja. Bayi baru lahir ternyata juga bisa mengalami hal serupa. Namun Anda harus tahu, bahwa rambut rontok pada bayi umumnya normal.

Bayi cenderung kehilangan rambut mereka di awal kehidupannya. Seperti halnya pada orang dewasa, rambut bayi juga mengalami masa pertumbuhan dan istirahat. Dalam kasus bayi baru lahir semua folikel rambut memasuki masa istirahat pada waktu yang sama. Namun ada kondisi tertentu yang dapat menyebabkan kerontokan rambut pada bayi baru lahir.

Mau tahu penyebab rambut rontok pada bayi?
* Tinea capitis, umumnya dikenal sebagai kurap pada kulit kepala dan merupakan infeksi jamur yang sering terlihat pada anak-anak. Hal ini terlihat seperti bercak bersisik dan mungkin terlihat seperti titik-titik hitam di kulit kepala.

* Alopecia Areata, ini adalah suatu kondisi yang menyebabkan rambut rontok diduga disebabkan serangan sistem kekebalan pada folikel rambut.

* Trikotilomania adalah hilangnya rambut sebagai akibat dari dorongan yang kuat untuk menarik-narik rambut. Trikotilomania merupakan suatu perilaku kompulsif, yang mungkin berasal dari adanya stres emosional maupun stres fisik.

* Posisi tidur. Tidur dalam posisi yang sama selama beberapa jam pada suatu waktu juga dapat menjadi salah satu penyebab hilangnya rambut bayi.

* Stres, demam dan perubahan hormonal. Sekitar 5 sampai 15 persen dari rambut di kulit kepala biasanya akan mengalami fase istirahat pada satu waktu. Namun stres, demam atau perubahan hormon dapat menyebabkan sejumlah besar rambut berhenti tumbuh sekaligus. Penanggalan rambut pada bayi umumnya dimulai ketika memasuki tahap pertumbuhan yakni sekitar usia tiga bulan.

* Kekurangan gizi: Vitamin H atau biotin adalah salah satu vitamin B kompleks yang membantu tubuh untuk mengubah karbohidrat menjadi glukosa untuk bahan bakar tubuh. Zinc, mineral penting, yang terlibat dalam berbagai aspek metabolisme seluler. Ini juga mendukung pertumbuhan dan perkembangan rambut bayi selama kehamilan, masa kanak-kanak dan remaja.

* Masalah Endokrin: Pada beberapa anak, penyebab kerontokan rambut disebabkan oleh hipotiroidisme. Suatu kondisi dimana kelenjar tiroid kurang aktif dan rendahnya jumlah hormon tiroid untuk memenuhi kebutuhan metabolisme.

Untuk mengatasi masalah rambut rontok pada bayi, Anda bisa menyiasatinya dengan berbagai cara berikut ini:

* Gunakan bantal pada bayi Anda dengan bentuk tapal kuda.
* Pijat dengan minyak. Memijat kepala bayi Anda dengan minyak tidak mencegah rambut rontok, tetapi dapat membantu dalam sirkulasi darah di kulit kepalanya.
* Cukur. Mencukur rambut bayi tidak berarti ada jaminan rambut tumbuh lebih tebal atau berkurang kerontokannya. Tetapi dengan mencukur rambut setidaknya ada kemungkinan tidak memiliki rambut rontok sama sekali.
* Jika mungkin Anda bisa mencoba untuk mengubah posisi tidur bayi setelah beberapa waktu.
* Jika kerontokan rambut bayi Anda masih berlanjut, lebih baik konsultasikan ke dokter anak dan biarkan dokter yang menanganinya.

 

Sumber: TRIBUNNEWS.COM

Usia Berapa Anak Mulai Punya Memori?

Ada sebagian orang yang enggan mengajak anak batita mereka untuk liburan ke luar pulau atau ke luar negeri. Alasannya, “Ah, sayang, mereka masih kecil. Nanti mereka nggak ingat apa-apa dari pengalaman liburan itu.”

Hal ini menimbulkan pertanyaan: pada usia berapa sebenarnya anak-anak mulai memiliki memori atau kenangan akan masa lalunya? Mengapa Anda bisa membayangkan ketika Anda diajak jalan-jalan ke Bali pada usia tiga atau empat tahun, tetapi tidak bisa mengingat detailnya?

Fenomena ketidakmampuan untuk mengingat masa kanak-kanak ini disebut dengan infantile amnesia. Disebutkan bahwa orang dewasa memang akan sulit mengingat pengalamannya sebelum usia tiga atau empat tahun. Namun sebuah studi baru yang dilakukan oleh tim Memorial University of Newfoundland di Canada, dan diterbitkan di jurnal Child Development, mendapati, infantile amnesia ini juga dialami oleh anak-anak.

Tim peneliti menguji memori dari 140 anak usia 6 dan 7 tahun, serta 10 dan 14 tahun. Mereka diminta untuk mengingat kenangan di usia yang lebih muda. Yang menarik, anak-anak yang lebih kecil ternyata mampu mengingat pengalaman yang traumatik atau membosankan yang terjadi pada usia 2 atau 3 tahun. Sedangkan anak-anak yang lebih besar lebih mengingat pengalaman mereka di usia 4 dan 5 tahun.

Dua tahun kemudian, tim peneliti yang dipimpin oleh profesor psikologi Carole Peterson ini kembali menguji kelompok anak tersebut. Tim kembali mewawancara anak-anak, yang kini dua tahun lebih tua. Secara terpisah, para orangtua anak ini mendampingi untuk memberikan konfirmasi mengenai apa yang disampaikan anak-anak mereka. Nah, peneliti menemukan bahwa kemampuan mengingat peristiwa-peristiwa tertentu pada anak-anak yang paling muda ternyata sudah memudar. Bahkan, mayoritas kelompok anak yang lebih muda ini tidak mampu mengingat hal-hal yang mereka sampaikan pada peneliti dua tahun sebelumnya.

Perubahan ini secara tidak langsung menyatakan bahwa meskipun anak-anak usia 7 tahun mampu mengingat peristiwa pada tahun-tahun awal kehidupannya, mereka mungkin tidak mampu mempertahankan ingatan tersebut ketika mereka bertambah usianya. Berdasarkan temuan ini, para peneliti lalu membuat hipotesa bahwa peristiwa-peristiwa tersebut tidak akan berakar kuat di dalam otak sampai sekitar usia 10 tahun.

“Memori awal anak-anak yang lebih muda tampaknya berubah, dimana memori dari usia yang lebih muda itu digantikan dengan memori pada usia yang lebih tua. Tetapi anak-anak yang lebih tua menjadi lebih konsisten dalam memorinya saat mereka bertambah tua,” ungkap Peterson.

Ketika kita kehilangan memori dari tahun-tahun awal kehidupan kita itu, yang sebelumnya mampu kita ingat, kita juga kehilangan sebagian dari masa kecil kita. Pada dasarnya, kita kehilangan seluruh, atau hampir seluruh, peristiwa yang terjadi pada saat itu, tambah Peterson.

“Jadi masa kecil secara psikologis dimulai belakangan, dan bukan benar-benar pada masa kecil kita. Dan hampir seluruh peristiwa yang sebelumnya dibicarakan, yang menyebabkan tawa dan tangis kita, tidak dapat diakses lagi jika terjadi pada masa-masa prasekolah,” katanya.

 

 

Sumber: kompas.com

Cara Memandikan Bayi

 

 

 

 

 

 

 

 

bayi dibawah 1 tahun

Bayi dibawah 1 tahun, yang dimaksud disini adalah yang belum bisa berdiri sendiri.

  • Siapkan perlak, jika anda memiliki box bayi yang dilengkapi alas mandi bisa dilakukan disana, atau bisa juga diatas tempat tidur. Selain itu siapkan alat-alat mandi bayi seperti baby oil, sabun cair, shampo,minyak telon, handbody, bedak, parfum bayi, handuk, baju, celana, popok / pampers, hair lotion/minyak rambut, sisir, dan sarung tangan & kaki (jika masih menggunakan).
  • Siapkan air hangat dalam bak, suhu air hangat-hangat kuku, ukur dengan siku anda, dan jangan terlalu penuh.
  • Letakkan bayi diatas perlak, lalu buka bajunya dan olesi seluruh tubuhnya dengan baby oil sambil sedikit dipijat-pijat. Hal ini dilakukan untuk membuat kulit bayi selalu tetap lembab dan halus. Setelah itu tuang sabun cair pada telapak tangan, gosok-gosok hingga berbusa dan sabuni seluruh badan bayi hingga rata dari ujung kepala hingga kaki. Untuk rambut, gunakan shampo khusus bayi.
  • Setelah semua badan tersabuni, masukkan bayi pelan-pelan kedalam bak, pegang ketiak bayi dengan posisi tangan ibu dibelakang leher bayi. Bilas badan bayi hingga bersih, begitu pula punggung bayi. Saat akan membilas rambut bayi yang sudah keramas, lakukan secara pelan-pelan agar tidak mengenai mata. Tutup teliga bayi dengan jari kita agar tidak kemasukan air.
  • Siapkan handuk diatas kasur dengan posisi membentang. Setelah bayi selesai dibilas dengan air bersih, angkat pelan-pelan dan letakan diatas handuk, kemudian keringkan seluruh tubuhnya termasuk lipatan-lipatan pada kulitnya.
  • Olesi minyak telon, pada punggung, perut dan dada secara merata. Lalu taburi bedak sedikit saja pada punggung dan perut bayi. Jangan menaburkan bedak pada alat kelamin bayi. Gunakan baju dan celana bersih, jika umur bayi dibawah 3 bulan, umumnya masih menggunakan kain bedong, sarung tangan dan sarung kaki. Jangan lupa sebelum memakaikan popok atau pampers,cek dulu  apakah ada ruam merah pada alat kelamin bayi, jika iya, gunakan cream baby untuk mengurangi ruam merah tersebut.
  • Olesi handbody pada tangan dan kaki, kemudian olesi rambut bayi dengan hair lotion, lalu sisir rambut bayi dengan sisir khusus. Jangan lupa gunakan parfum, agar bayi menjadi wangi.

Perkembangan Bayi 0-6 Bulan

 

baby, bayi

 

Bayi usia 0 – 1 bulan

Secara fisik, bayi yang baru lahir masih terpengaruh dengan keadaan di dalam rahim. Kaki dan tangan bayi normalnya dalam posisi flexi (menekuk seperti kodok) karena terbatasnya ruang dalam rahim. seiring bertambahnya usia, kaki dan tangan akan lurus dengan sendirinya.

– Pandangan bayi baru lahir masih sangant buram. Dia hanya bisa melihat objek yang berjarak 8-15 inci

– Bayi usia 3 minggu mulai bisa mengenali suara ibunya. Kebanyakan bayi akan senang bila disentuh, dicium, digendong, atau dipijat

– Pada usia 4 minggu, bayi senang menghisap. The American Academy of Pediatrics merekomendasikan penggunaan “pacifier” atau empeng. Berdasarkan penelitian, empeng bisa mengurangi resiko SIDS (sudden infant death syndrome) atau sindrom mati mendadak pada bayi.

Bayi usia 1 – 2 bulan

Bayi sudah semakin besar dan kuat. Bayi kini lebih fokus melihat Ibu  bahkan bisa merespons suara seperti bunyi bel.

– Bayi mulai bisa mengekspresikan perasaannya. Bayi akan tersenyum atau tertawa bila diajak berbicara.

– Otak bayi bertambah ukuran dan kompleksitasnya. Bayi mulai bisa belajar tentang apa yang didengar atau dilihatnya. Berbicara atau bernyanyilah pada bayi anda sesering mungkin. Bahkan waktu mandi bisa dijadikan saat yang tepat untuk mengenalkan ia terhadap lingkungan sekitarnya

Bayi 2 – 3 bulan

– Otot-otot tubuhnya terus menguat dan keterampilannya makin bertambah. Ia akan mulai mampu mengontrol gerakan otot-otot tubuhnya seperti mengangkat kepalanya dan menopang lehernya selama beberapa saat ketika dia dalam posisi tengkurap.

– Bayi mulai mampu mengeluarkan suara.  Suara Ibu mungkin jadi  suara favoritnya. Saat ia mendengar suara Ibu , maka dia akan merespons secara naluriah dengan membuat jawaban suara.

– Refleks genggamnya mulai berkurang, bayi akan mulai menganggap tangannya sebagai mainan barunya.

Bayi 3 – 4 bulan

Bayi sudah bisa menegakkan kepala dan  menggunakan tangannya sebagai penopang. Ia juga mulai belajar meneggerakan otot tangan dan kakinya. Ia mulai mampu meraih serta menggenggam benda-benda kecil yang diberikan.

– Bayi mulai mengenali orang, terutama ibunya. Ia bisa membedakan orang2 yang familiar dengan orang asing.

– Bayi telah dapat ‘menggumam’. Biasanya dimulai dari huruf seperti p, b dan m, yang bisa dilafalkan dengan bibir. Bila merasa lapar, ia akan merengek dan tidak lagi menangis. Bahkan ia mulai sanggup menunggu apa yang diinginkan selama beberapa menit. Kemampuan menunggu ini merupakan tahap penting yang memperlihatkan tingkat pengertian dan kepercayaannya.

– Bayi pada usia ini sangat ingin tahu tentang sekelilingnya. Dan ia akan menggunakan seluruh panca indera untuk memuaskan rasa ingin tahunya.

– Bayi berusia tiga bulan biasanya dapat mengikuti benda dengan matanya dalam lingkaran penuh 180 derajat. Tataplah mata si kecil sesering mungkin, terutama pada saat menyusui. Biarkan jari-jari mungil tangannya meraih serta menyentuh wajah anda sebagai upaya untuk lebih mengenal Ibunya.
– Suara keras akan membuatnya terkejut atau menangis, tapi suara Ibu yang sudah dikenalnya akan segera menenangkannya.

– Indera penciuman pada bayi sangat membantu dalam mengenali kedua orang tuanya, terutama ibunya melalui kegiatan menyusui. Bau yang dikenali oleh bayi, akan membuatnya tenang dan tidak rewel.

– Pada usia ini, bayi makin peka alat pengecapnya. Kalau ketika baru lahir saja bayi bisa merasakan rasa tidak enak yang ada pada ASI (karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi), maka kini ia bisa meresponnya dengan melepas putting bila disusui.

– Warna terang dan suara mainan bergemerincing atau bunyi bel akan merangsang bayi 3 bulan yang akan segera belajar meraih dan menyentuh benda bergerak itu. Hal ini baik untuk melatih koordinasi antara tangan dan mata bayi Ibu.

– Bayi akan berusaha memasukkan semua benda ke dalam mulut.

Bayi 4 – 5 bulan

Kemampuannya bersuara dan merespon lingkungan sekitar akan berkembang. Ia akan mengeluarkan suara-suara barunya saat berceloteh. Karena pada tahap  itu, dia membuat suara untuk kesenangannya sendiri sambil mencoba mengenalinya.Jangan heran jika terkadang bayi anda bisa menyebut “mama” atau “dada” secara spontan. Ia mungkin akan tertawa jika anda bermain “ci-luk-ba” .

– Ia mulai mengamati serta mempelajari bentuk dan ukuran benda yang dipegangnya serta  mampu meraih dan memegang benda yang disukainya.

– Bayi telah dapat melihat warna sejak lahir, namun masih sulit membedakan warna-warna yang serupa, seperti merah dan orange. Pada usia ini, bayi lebih jelas membedakan warna. Berikan ia gambar-gambar yang penuh warna misalnya pada buku atau mainannya.

Bayi 5 – 6 bulan

– Lengan, tubuh bagian atas dan leher bayi semakin kuat, dan sebentar lagi dia akan bisa duduk tanpa bantuan. Kontrol terhadap gerakan tangannya makin membaik, ia juga mulai dapat memegang botol susunya.

– Bila dibaringkan telungkup, ia mampu menggunakan kedua tangannya untuk menahan tubuhnya dan mulai belajar merangkak dan mengguling-gulingkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri.

– Kini ia mulai mengenal asal suara, dan ia akan menoleh ke tempat suara itu berasal. Ia juga mulai menyadari saat namanya dipanggil.

– Ia juga dapat menunjukkan ekspresi kapan ia marah, bosan, atau gembira. Ia mungkin akan menjulurkan tangannya jika ia ingin digendong, ia juga akan memberikan anda pelukan dan ciuman untuk menunjukkan bahwa ia sayang pada anda. Ia juga akan berreaksi terhadap orang yang tidak dikenalnya. Mungkin ia akan menangis atau mengalihkan mukanya dari orang tersebut.

– Kemampuan bermainnya semakin meningkat. Ia mungkin akan melakukan suatu tindakan untuk melihat hasil dari tindakan tersebut. misalnya ia akan menjatuhkan sebuah benda untuk melihat anda memungut benda tersebut dan memberikan lagi kepadanya. ia juga mulai senang membenturkan atau mengoyang-goyangkan benda untuk mendengar bunyinya.

Bayi 6 – 7 bulan

– Bayi mulai belajar menggenggam benda yang dipegangnya dan mendekatkan benda tersebut. Ia juga belajar memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain.

– Otot leher dan lengan menjadi semakin kuat. Bayi dapat berguling dari satu sisi ke sisi yang lain dan sebaliknya.

– Ia mulai melakukan hal-hal untuk menarik perhatian anda.Dalam tiga bulan ke depan, ia akan mengembangkan cara tersendiri untuk memberitahu anda apa yang ia pikir dan ia inginkan.

– Anda dapat mengajarkan bayi anda beberapa tanda atau sikap tubuh untuk setiap kata yang anda ucapkan. Misalnya saat anda bilang “lapar”, anda pegang perut anda. Hal ini akan membantu mengembangkan ketrampilan berbahasa bayi anda.

– Melihat buku bergambar bersama dapat meningkatkan kemampuan berbicara bayi anda dan membuat bayi anda kelak jadi gemar membaca

– Pada akhir usia 6 bulan, kaki bayi mulai kuat. Ia mulai senang menekuk-nekuk dengkulnya saat anda menempatkan ia dalam posisi berdiri.Kontrol tangan dan jari-jari semakin membaik. Ia dapat memungut benda menggunakan ibu jari dan jari telunjuk. Ia juga akan mulai belajar merangkak.

sumber: tsamaniya Collection

Kondom “Gigit” Pencegah Perkosaan

Menurut data dari situs Human Rights Watch, Afrika Selatan memegang angka tertinggi untuk tindakan kriminal pemerkosaan. Adapun data tahun 2009 dari Medical Research Council menunjukkan bahwa 28 persen pria di negara tersebut pernah memerkosa perempuan, baik dewasa maupun kecil. Hal ini mengundang keprihatinan dunia. Di sana pula tingkat infeksi HIV/AIDS menurut data terhitung sebagai yang paling tinggi.

Seorang dokter di Afrika Selatan, dr Sonnet Ehlers, mencoba membantu para perempuan agar bisa melindungi dirinya dari pemerkosaan dengan menciptakan kondom pelindung yang bisa “menggigit” untuk perempuan. Kondom itu akan melakukan tugasnya terhadap penis yang mencoba masuk ke dalam liang vagina.

Empat puluh tahun lamanya dr Ehlers mencoba mencari bentuk kondom untuk perlindungan tersebut. Ide ini tercetus ketika seorang perempuan berusia 20 tahunan datang kepadanya untuk meminta bantuan seusai diperkosa. Perempuan itu berharap untuk memiliki “gigi” di organ intimnya supaya bisa membuat jera si pemerkosa. Untuk mencoba menciptakan kondom ini, dr Ehlers menjual mobil dan rumahnya agar bisa mendanai proyek untuk kondom tersebut.

Untuk membuat kondom yang diberi nama Rape-aXe ini, ia berkonsultasi dengan insinyur, ginekolog, dan psikolog. Cara penggunaannya cukup mudah. Si wanita cukup menyelipkannya di dalam vagina. Bagian dalam kondom ini memiliki “gigi” yang mirip kail-kail. Jika ada penis yang mencoba masuk, maka kail-kail tersebut akan mencengkeram dan akan sulit untuk dibuka. Makin dicoba untuk membuka, makin kencang gigitannya. Oleh karena itu, diperlukan dokter untuk bisa melepaskan kondom tersebut. Harapannya, ketika si pelaku harus ke dokter, si korban bisa melaporkan atau si pelaku bisa diproses oleh pihak berwajib.

Orang yang “tergigit” akan sulit untuk membuang air, bahkan sulit untuk berjalan kaki, tetapi ini tidak akan merusak kulit. Kondom yang terbuat dari lateks ini tidak akan menyebarkan cairan yang bisa saja menyebarkan infeksi HIV dari pelaku ke korban, asalkan tidak ada lubang.

Sebagai percobaan awal, dr Ehlers membagikan kondom ini di berbagai kota di Afrika Selatan, tempat pelaksanaan Piala Dunia tahun ini. Kabarnya, kondom ini akan dijual dengan harga sekitar 2 dollar AS. Menurutnya, situasi ideal untuk penggunaan kondom ini terjadi ketika seorang perempuan merasa akan melewati daerah yang dirasa berbahaya atau akan pergi kencan pertama dengan orang yang belum ia kenal dekat.

Sempat ditanyakan pula kepada beberapa pemerkosa di penjara apakah dengan adanya kondom ini akan membuat niat mereka untuk memerkosa berkurang. Beberapa napi di sana menjawab “ya”.

sumber: KOMPAS.com

Cara yang bisa dilakukan orangtua agar bisa membuat bayinya tidur dengan nyenyak di malam hari.

Cara Bayi Tidur Nyenyak Dimalam Hari

Saat malam hari seringkali orangtua tidak dapat tidur dengan nyenyak karena bayinya sering terbangun. Jika orangtua ingin bayinya tidur lebih lama di malam hari, maka ubahlah cara tidur bayi pada siang hari sehingga bayi lebih nyenyak ketika tidur malam.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan orangtua agar bisa membuat bayinya tidur dengan nyenyak di malam hari:

1. Bantulah bayi memahami bahwa siang hari saatnya makan dan malam hari saatnya tidur atau istirahat. Cobalah untuk memberi makan bayi setiap 3 jam sekali di siang hari.
2. Gendonglah bayi pada siang hari. Meningkatnya frekuensi kedekatan dan keakraban meningkatkan ketenangan dan bayi yang tenang pada siang hari cenderung tenang juga pada malam hari.
3. Kenyangkan bayi sebelum tidur. Usahakan untuk menyusui bayi hingga kenyang sebelum tidur dan saat bayi terbangun di malam hari.
4. Kenakan baju tidur yang tepat. Cobalah untuk menggunakan berbagai baju tidur bayi untuk melihat baju apa yang dapat membantunya tidur lebih tenang.
5. Rebahkanlah bayi di tangan ibu. Kehangatan tangan ibu bisa memberikan sentuhan tambahan yang dibutuhkan bayi untuk membantunya tertidur sambil memberikan tepukan lembut di punggung atau bokong bayi.
6. Buatlah tempat yang tenang untuk tidur. Umumnya bayi bisa membiasakan diri untuk tidak terjaga dengan suara-suara yang sering didengarnya, tapi akan terbangun jika mendengar suara yang mendadak atau mengagetkannya.
7. Tentukan temperamen bayi di malam hari. Setiap bayi berbeda temperamennya, ada bayi yang bisa menenangkan diri sendiri tapi ada juga yang merengek saat bangun.

Orangtua tidak bisa memaksa bayinya untuk tidur. Penciptaan lingkungan yang aman dan nyaman adalah cara terbaik untuk membuat bayi lebih cepat tidur dan jangka waktu tidurnya lebih panjang, sehingga bayi tidak akan sering terbangun di malam hari.

Sumber: IbuBayi.com

Manfaat Berhubungan Seks

Pada dasarnya kebutuhan hidup manusia ada 2 yaitu kebutuhan lahir (seperti makan, minum, pakaian) dan kebutuhan batin (seperti persahabatan, ketenangan hati, hubungan seksual). Dan kedua kebutuhan dasar tersebut harus terpenuhi secara seimbang untuk memperoleh hidup yang berkualitas baik lahir maupun batin.

Berhubungan seks dilakukan oleh dua orang yang berlainan jenis kelamin dan sudah sah secara agama dan aturan pemerintah (sesuai dengan norma agama dan norma masyarakat). Manfaat berhubungan seks ternyata tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan batin saja, ternyata juga bisa memberikan manfaat lahir yang membuat badan kita bertambah sehat seperti:

1. Berhubungan seks bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

Dari sebuah penelitian di ketahui bahwa berhubungan seks bisa merangsang produksi pertahanan tubuh kita, sehingga semakin sering kita melakukan hubungan seksual maka daya tahan tubuh kita akan semakin meningkat.

2. Berhubungan seks bisa menurunkan berat badan

Aktifitas berhubungan seks tidak hanya mempergunakan aktifitas emosi tetapi juga menggunakan aktifitas fisik, dimana dalam aktifitas seksual membutuhkan banyak energi yang diperoleh dari kalori tubuh yang terbakar. Berhubungan seksual selama setengah jam akan membakar kalori sebanyak 3.570 kalori. Dan berhubungan seks selama 5 kali dalam seminggu sama dengan berolah raga selama 2 jam di fitness center.

3. Berhubungan seks membuat jantung sehat.

Dengan aktifitas tubuh seperti itu otomatis akan membuat jantung kita bertambah sehat, dan kinerjanya akan semakin baik.

4. Berhubungan seks bisa mengurangi stress

Setelah melakukan aktifitas seksual tubuh bisa merasa rileks dan peredaran darah menjadi normal, rasa rileks tersebut secara otomatis bisa mengurangi stress.

5. Berhubungan seksual bisa meningkatkan rasa percaya diri

Kepuasan yang diperoleh dari berhubungan seksual bisa membuat rasa percaya diri semakin meningkat.

Itulah beberapa manfaat berhubungan seksual, yang jelas berhubungan seksual akan membawa banyak manfaat bagi kehidupan kita, jadi lakukanlah secara rutin. Dan perlu diingat bahwa lakukan hubungan seksual secara baik dan benar (tidak melanggar norma agama dan norma masyarakat).

  sumber: gayahidupsehat

Mengajak Bayi Bicara Itu Penting Lho!

Ah, bagaimana mungkin? Bayi, kan, belum bisa berbicara. Jangan-jangan nanti dikira enggak waras. Mengapa penting mengajak bayi berbicara?

Jangan takut dianggap tak waras kala Anda mengajak si mungil berbicara. Bayi memang belum bisa berkata-kata, tapi tak berarti ia tak mampu untuk diajak berbicara.

Para ahli menganjurkan orangtua agar mulai mengajak berbicara anak sejak ia lahir dan jangan pernah berhenti. Biasakan untuk selalu mengomentari apa saja yang Anda lakukan terhadap si bayi. Misalnya, saat mengganti popok, memandikan, menyusui, dan sebagainya. Katakan padanya setiap saat tentang apa saja yang Anda lihat di sekeliling Anda, maupun apa yang sedang Anda lakukan untuk diri sendiri seperti membaca atau bahkan memasak.

Pokoknya, ngomonglah apa saja kepada si bayi. Tataplah matanya dan Anda pun akan takjub melihat betapa ia sangat menaruh perhatian selama Anda berbicara. Seringkali ia bereaksi terhadap apa yang Anda katakan, seperti menjerit kesenangan atau cemberut kala ada yang tak disukainya. Tak percaya? Silakan Anda buktikan.

PENDENGARAN TAJAM
Belajar berbicara, seperti dikatakan Dr. Adi Tagor, Sp.A., DPH dari RS Pondok Indah Jakarta, merupakan kunci penting untuk mengarahkan si bayi pada kemampuannya berbahasa yang timbul setelah usia setahun sampai tiga tahun. “Tujuannya mendorong perkembangan komunikasi verbal atau linguistic capability anak,” jelasnya.

Pada tahap awal, bayi memulai “pelajaran” berbicara dengan mendengarkan. Karena itu, Adi Tagor menasehati, “Biarkan bayi mendengarkan apa saja yang Anda katakan. Inilah langkah awal untuk memberinya pemahaman. Bila bayi banyak mendengar, ia akan cepat belajar bicara.” Kemampuan mendengar suara pada bayi, sudah ada sejak ia masih di kandungan, pada sekitar usia 3-4 bulan kehamilan. “Ada faktor intrinsik yang mengenal irama, kekerasan suara, frekuensi, dan nada-nada suara. Karena itu, bayi bisa menerima sinyal-sinyal meskipun belum mengerti,” terangnya.

Setelah lahir, pendengaran bayi menjadi sangat peka. Suara menjadi jelas terdengar karena tak terhalang air ketuban maupun dinding perut ibu. Nah, lewat sinyal-sinyal verbal yang dilemparkan (sinyal audio), bayi akan memberi reaksi. “Pada bayi lahir sampai usia 3-6 bulan, ada yang dinamakan refleks Moro. Jika mendengar suara keras, bayi akan bereaksi kaget dengan tangan ke atas. Bila ia tak bereaksi, mesti dicurigai si bayi tuli. Normalnya, reaksi ini menghilang di atas usia 6 bulan,” tutur Adi Tagor.

Ia pun bukan cuma mampu mendengar dengan jelas setelah lahir, tetapi juga bisa melihat. Kedua indera ini (audio-visual) sangat penting baginya untuk mengembangkan intelektualitasnya. Pada bayi baru lahir, karena matanya belum jelas melihat, maka beri jarak 30 centimeter agar ia bisa melihat ekspresi Anda kala Anda berbicara dengannya.

Dalam perkembangan selanjutnya, belajar berbicara sangat penting dalam rangka pengenalan lingkungannya. Sebab itulah saat mengajaknya bicara, berikan pula banyak rangsangan pada semua panca indera bayi. Sambil bicara, misalnya, pegang atau elus tangannya (indera raba-sentuh). Dengan memfungsikan seluruh panca inderanya, bayi akan mengenal keinginannya dan kemudian dapat mengungkapkannya setelah ia mampu berbicara.

MENIRU
Satu hal penting yang harus diketahui para orangtua, kata Adi Tagor, bayi sangat suka menirukan suara. Dengan mengajaknya banyak bicara, ia akan makin banyak mengenal kata, terutama warna (timbre), nada, dan lagu/intonasi verbal. Semua ini akan sangat membantu perkembangan berbicaranya.

Di sisi lain, bayi juga senang bila Anda menirukan apa yang ia katakan. Kala ia bersuara, “Uuu,” misalnya, tirukan dan ulangi kepadanya. Begitu pun jika ia bersuara, “Aaa.” Permainan menirukan ini akan menjadi dasar bagi bayi untuk menirukan bahasa Anda kelak.

Lantaran itu, lulusan FKUI tahun 1963 ini menganjurkan, Anda hendaknya berbicara dengan menggunakan bahasa yang benar, tidak cadel. “Jika bayi menerima sinyal audionya enggak baik atau tak jelas, maka proses keluaran (output) pun akan jelek. Seperti memfotokopi sesuatu dokumen yang jelek,” paparnya.

Selain itu, dengan menggunakan bahasa yang benar dan jelas ucapannya, di kemudian hari Anda tak perlu repot-repot melakukan “pembetulan” kata-kata yang digunakan si kecil. Sebaliknya, si kecil pun tak akan mengalami kesulitan berkomunikasi dengan lingkungannya.

PERKEMBANGAN BICARA
Sejak usia 2 bulan, terang Adi Tagor, bayi sudah bisa menirukan tinggi rendah dan lagu atau intonasi suara kita. Ia pun dapat membedakan suara satu dengan lainnya, memberi respon dengan tersenyum atau tertawa. Sampai usia 6 bulan, tampak pada bayi yang dinamakan cannonic babbling, yakni lontaran-lontaran suara atau ocehan.

Di usia 8 bulan, ia sudah mengerti beberapa suara dan kata. Hal ini sangat berguna untuk membantu perkembangan pemahamannya. Ia pun mulai bisa berteriak untuk mencari perhatian, berespon kala namanya dipanggil, dan tertarik saat ada orang berbicara meski tak langsung tertuju pada dirinya.

Di usia 9 bulan, normalnya si bayi sudah bisa bicara dalam arti word (kata) seperti “mama”, “mimi”, “pus”, yaitu nama yang merujuk kepada sesuatu maksud atau benda tertentu. Setelah umur setahun lebih, ia memiliki paling banyak 10-20 kata. “Lebih banyak dari itu berarti lebih bagus brain development-nya,” ujar Adi Tagor.

Bila konsentrasinya mulai ditujukan pada “pelajaran” berjalan, maka untuk sementara kemajuan berbicaranya menurun. Kendati demikian, tutur Adi Tagor, “Perkembangan bahasa setiap bayi tak selalu sama. Ini tergantung berbagai aspek, yaitu aspek genetik perkembangan fisik yang berkaitan dengan kemampuan berbicara dan kemampuan intelektualitas, serta rangsangan dari lingkungan.” Karena itu, lulusan Public Health National University of Singapore ini menekankan pentingnya peran ayah, ibu, dan orang lain di sekeliling si bayi untuk selalu mengajaknya bicara.

RANGSANGAN DINI
Tapi bagaimana jika si bayi tak juga menunjukkan respon untuk berbicara kala Anda mengajaknya ngobrol? Menurut Adi Tagor, ada beberapa sebab. Boleh jadi karena pendengarannya mengalami gangguan atau malah sama sekali tak bisa mendengar alias tuli. Bisa pula karena perkembangan otaknya (brain development) yang terganggu, sehingga perbendaharaan kosa katanya sangat minim.

Kemungkinan lain, ia menderita autisma, yakni ketidakmampuan berkomunikasi dengan lingkungan, asyik dengan dirinya sendiri, dan tertutup terhadap lingkungan.

Tapi Anda jangan panik dulu! Sejauh anak menirukan atau tak berhasil menirukan ucapan Anda, kemungkinan besar ia tak mengalami gangguan apapun. Yang penting, ia tetap menunjukkan kemampuannya berkomunikasi dengan lingkungan. Misalnya dengan menggunakan bahasa isyarat (body language), menunjuk sesuatu yang diinginkan atau mendorong sesuatu untuk menjauhkan dari yang tak disukainya.

Anda harus mendukung “bahasa khusus” tersebut bahwa kita mengerti apa yang dimaksud si bayi. Tentu saja tanpa melupakan tujuan akhirnya, yaitu percakapan yang sebenarnya. Jadi, manakala si bayi menunjuk pada botol susu, misalnya, jangan langsung membuatkannya susu dan kemudian memberikannya. Lebih baik tanyakan dulu, “Adi mau susu?” Tunggulah responnya. Jika ia mengerti pertanyaan Anda, ia mungkin akan mengangguk atau kembali menunjuk botol susu sambil mengeluarkan suara yang berarti, “Ya, Adi mau susu.”

Beberapa anak pada tahap ini hanya sulit untuk membentuk kata-kata. Hal ini biasanya akan terus berlanjut sampai masa prasekolah. Kadang sampai masa Taman Kanak-kanak atau kelas satu Sekolah Dasar, bila Anda tak segera mengatasinya. Nah, untuk mencegah keterlambatan berbicara, lakukan rangsangan dini (early stimulation), yakni membawa si bayi berkonsultasi ke klinik tumbuh kembang.

Pilihan lain, masukkan ia ke “sekolah”. “Bayi usia 6 bulan sudah bisa dimasukkan ke play group dini untuk peer education,” ujar Adi Tagor. Anak ditarik pada sebayanya (peer stimulation), sehingga belajarnya akan lebih mudah, karena ada rasa perlu bersaing dan ingin sama dengan teman sebaya.

sumber: evariny A

« Older entries

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.