Alami Hamil Ganda

Alami Hamil Ganda, Julia Beresiko Kehilangan Bayinya (2)

Hasil USG menunjukkan ada dua janin yang terpisah dalam rahim Julia Grovenburg.

Alami Hamil Ganda, Julia Beresiko Kehilangan Bayinya

Monday, 05 Juli 2011

REPUBLIKA.CO.ID,ARKANSAS – Julia Grovenburg dan suaminya, Todd, harus menunggu tiga tahun untuk bisa memiliki bayi. Tapi, ketika Julia akhirnya hamil, mereka sungguh terkejut. Julia hamil lagi setelah dua setengah pekan sebelumnya sudah lebih dulu hamil.

Lebih buruk lagi, perbedaan usia bayi membuat Julia terancam kehilangan salah satunya atau bahkan kedua bayinya. “Sepanjang 30 tahun pengalaman kariernya, dokter kami belum pernah melihat kejadian ini,’’ kata Julia. ‘’Kondisi saya yang baru pertama kali menjadi seorang ibu itu membuat saya semakin merasa tidak nyaman.’’

Julia dan Todd mulai bersiap-siap menerima kemungkinan terbuburk. Mereka sudah pasrah jika akhirnya memiliki anak cacat.

“Setelah pulang dari  dokter, aku benar-benar hancur. Aku tidak tahu apakah ‘dua bayi, bukan kembar’ itu berarti bayiku terbelah dua. Apakah bayiku akan kehilangan anggota badannya? Apakah beberapa jenis penyakitku membuat aku hamil dua kali,’’ kata Julia. ‘’Tidak ada yang bisa menjawab pertanyaanku. Aku bahkan tidak tahu harus bertanya apa. Tidak ada jenis kehamilan seperti ini sebelumnya.’’

Superfetation
Saat dalam kondisi tak berdaya, Julia mengaku sempat menyesal dirinya hamil. Dia berharap tidak hamil jika kondisinya seperti tersebut.

Namun demikian, Julia dan Todd tidak ingin menyerah begitu saja. Dia berselancar di internet untuk mencari segala informasi terkait kondisi ‘dua bayi, bukan kembar’.  Julia akhirnya menemukan istilah ‘superfetation’.

Istilah ‘superfetation’ mengacu pada kondisi di mana dua bayi dikandung pada waktu yang berbeda. Kedua bayi tersebut memiliki periode kehamilan berbeda, namun mereka lahir pada hari yang sama. Dokternya belum pernah mendengar istilah tersebut sebelumnya.

“Jadi, ketika aku menceritakan superfetation, dia (dokter –red) menatapku seperti aku sudah gila,’’ cerita Julia. “Saya akhirnya dipindahkan ke rumah sakit khusus anak-anak di Little Rock. Meskipun tim dokter belum pernah melahirkan bayi superfetation, mereka setidaknya mempelajari kelangkaan itu dalam jurnal medis.”

Terancam Kehilangan
Perhitungan tanggal kelahiran bayi kemungkinan berselang tiga pekan. Bayi pertama Julia diperkirakan akan lahir pada 24 Desember 2009. Bayi kedua menyusul pada 14 Januari tahun berikutnya.

Tetapi, dokter masih tidak yakin apakah Julia akan melahirkan salah satu atau kedua bayinya pada waktu tertentu. Ada kemungkinan salah satu bayi lahir tak selamat. Ancaman lahir cacat juga sempat muncul.

Tapi, Julia akhirnya melahirkan caesar dengan kondisi kedua bayinya sehat. Jillian dan Hudson, nama kedua bayi tersebut, lahir lebih cepat dari perkiraan semula yakni 2 Desember.

‘’Saya tadinya tidak terburu-buru untuk melahirkan. Tapi, Jillian berkembang begitu cepat sehingga dokter kami berpikir akan lebih baik untuk menyelamatkan kedua bayi,” jelas Julia. ’’Hudson pertumbuhannya kalah cepat dari Jillian. Kami tidak ingin menempatkan Hudson dalam bahaya dengan melahirkan secara normal.’’

Meskipun kedua bayi berbagi ulang tahun yang sama dan lahir hanya berselang beberapa detik, mereka akan selalu dianggap memiliki usia yang berbeda. Mereka pun bukan anak kembar.

Redaktur: Didi Purwadi
Sumber: www.mirror.co.uk

Mengatasi Masalah Rambut Rontok Pada Bayi

Masalah rambut rontok sepertinya bukan masalah orang dewasa saja. Bayi baru lahir ternyata juga bisa mengalami hal serupa. Namun Anda harus tahu, bahwa rambut rontok pada bayi umumnya normal.

Bayi cenderung kehilangan rambut mereka di awal kehidupannya. Seperti halnya pada orang dewasa, rambut bayi juga mengalami masa pertumbuhan dan istirahat. Dalam kasus bayi baru lahir semua folikel rambut memasuki masa istirahat pada waktu yang sama. Namun ada kondisi tertentu yang dapat menyebabkan kerontokan rambut pada bayi baru lahir.

Mau tahu penyebab rambut rontok pada bayi?
* Tinea capitis, umumnya dikenal sebagai kurap pada kulit kepala dan merupakan infeksi jamur yang sering terlihat pada anak-anak. Hal ini terlihat seperti bercak bersisik dan mungkin terlihat seperti titik-titik hitam di kulit kepala.

* Alopecia Areata, ini adalah suatu kondisi yang menyebabkan rambut rontok diduga disebabkan serangan sistem kekebalan pada folikel rambut.

* Trikotilomania adalah hilangnya rambut sebagai akibat dari dorongan yang kuat untuk menarik-narik rambut. Trikotilomania merupakan suatu perilaku kompulsif, yang mungkin berasal dari adanya stres emosional maupun stres fisik.

* Posisi tidur. Tidur dalam posisi yang sama selama beberapa jam pada suatu waktu juga dapat menjadi salah satu penyebab hilangnya rambut bayi.

* Stres, demam dan perubahan hormonal. Sekitar 5 sampai 15 persen dari rambut di kulit kepala biasanya akan mengalami fase istirahat pada satu waktu. Namun stres, demam atau perubahan hormon dapat menyebabkan sejumlah besar rambut berhenti tumbuh sekaligus. Penanggalan rambut pada bayi umumnya dimulai ketika memasuki tahap pertumbuhan yakni sekitar usia tiga bulan.

* Kekurangan gizi: Vitamin H atau biotin adalah salah satu vitamin B kompleks yang membantu tubuh untuk mengubah karbohidrat menjadi glukosa untuk bahan bakar tubuh. Zinc, mineral penting, yang terlibat dalam berbagai aspek metabolisme seluler. Ini juga mendukung pertumbuhan dan perkembangan rambut bayi selama kehamilan, masa kanak-kanak dan remaja.

* Masalah Endokrin: Pada beberapa anak, penyebab kerontokan rambut disebabkan oleh hipotiroidisme. Suatu kondisi dimana kelenjar tiroid kurang aktif dan rendahnya jumlah hormon tiroid untuk memenuhi kebutuhan metabolisme.

Untuk mengatasi masalah rambut rontok pada bayi, Anda bisa menyiasatinya dengan berbagai cara berikut ini:

* Gunakan bantal pada bayi Anda dengan bentuk tapal kuda.
* Pijat dengan minyak. Memijat kepala bayi Anda dengan minyak tidak mencegah rambut rontok, tetapi dapat membantu dalam sirkulasi darah di kulit kepalanya.
* Cukur. Mencukur rambut bayi tidak berarti ada jaminan rambut tumbuh lebih tebal atau berkurang kerontokannya. Tetapi dengan mencukur rambut setidaknya ada kemungkinan tidak memiliki rambut rontok sama sekali.
* Jika mungkin Anda bisa mencoba untuk mengubah posisi tidur bayi setelah beberapa waktu.
* Jika kerontokan rambut bayi Anda masih berlanjut, lebih baik konsultasikan ke dokter anak dan biarkan dokter yang menanganinya.

 

Sumber: TRIBUNNEWS.COM

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.